Pawai Budaya di Hari Kebangkitan Nasional

Bandung Sudah Menyuarakan Keinginannya. Kamu?

Hari Kebangkitan Nasional. Tentunya kali ini berbeda, saya memperingati Hari Kebangkitan Nasional pada tanggal 20 Mei, 2013 di Kota Bandung.

IMG-20130530-WA0019

Salah satu mural seng yang menutupi pagar Babakan Siliwangi dan dilukis oleh para Seniman

Ada peristiwa penting di Hutan Kota Babakan Siliwangi yang luasnya kini tinggal 3,8 hektare dikhawatirkan akan semakin berkurang luasnya dan beralih fungsinya.

Hutan beton, restoran dan sarana komersil lainnya akan dibangun di Babakan Siliwangi oleh Pemerintah Kota Bandung yang bekerja sama dengan PT Esa Gemilang Indah (EGI). 

IMG-20130530-WA0015

Kesenian tradisional sunda

Balai  kota telah mengabaikan mandat undang-undang  No 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang dan Peraturan Pemerintah No.15 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang, Pemerintah Kota Bandung seharusnya menyediakan Ruang Terbuka Hijau (RTH) publik minimal 30% dari seluruh wilayahnya. Namun,  pada kenyataannya, Kota yang luasnya sekitar  17000 hektare ini baru memenuhi sekitar 7% Ruang Terbuka Hijau (RTH).

Pada  tahun 2011, ketika Bandung menjadi tuan rumah Konferensi Anak dan Remaja Internasional Tunza, yang di prakasai oleh Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-bangsa (UNEP). Pemerintah Kota Bandung bersama PBB menyatakan bahwa Babakan Siliwangi adalah salah satu Hutan Kota Dunia “World City Forest”.

IMG-20130530-WA0021

Beberapa elemen masyarakat tumpah ruah berjalan longmarch menuju Balai Kota

Lahan  seluas 3,8 hektare dalam sehari mampu  menghasilkan oksigen senilai Rp. 117 juta dan bila dihitung dalam setahun, Babakan Siliwangi dapat menghasilkan oksigen Rp. 42,7 milyar. Secara ekonomi, jika 20% lahan di Babakan Siliwangi dibangun maka kerugian minimalnya dapat mencapai Rp. 8,5 per tahun. Itu semua tidak sebanding dengan pendapatan daerah yang akan diterima dari PT Esa Gemilang Indah selama 20 tahun sebesar Rp. 7 milyar atau setiap tahunnya sekitar Rp. 350 juta.

IMG-20130530-WA0008

Seniman Tisna Sanjaya ber-orasi di depan Gedung Balai Kota Bandung

Hari  ini, kurang kebih sekitar 600 budayawan,  aktivis, akademisi, mahasiswa, berbagai komunitas dan tokoh sunda turun kejalan dengan satu semangat untuk mempertahankan Hutan Kota Babakan Siliwangi. Mereka melakukan aksi longmarch dari Babakan Siliwangi hingga Gedung Balai Kota.

IMG-20130530-WA0014

Ruwatan adat sunda sebelum memulai aksi longmarch

Rangkaian  acara pertama di mulai pukul 10:10 WIB  dengan prosesi ruwatan khas adat sunda. Setelah ritual selesai, iring-iringan warga mulai bergerak menuju seng-seng yang menutupi pagar Babakan Siliwangi. Kemudian, seng tersebut dibawa dengan arak-arakan menuju Balai Kota Bandung.

Sesampainya  di Balai Kota Bandung, kami disambut oleh  beberapa aparat keamanan yang berjaga. Seniman  Tisna Sanjaya memulai orasi nya, menuntut  agar pencabutan izin IMB di Babakan Siliwangi segera direalisasikan. Namun,  tidak hanya sebatas itu yang seniman legendaris  ini sampaikan. Ia ingin perwakilan warga pun menuntut agar wakil walikota dan seluruh anggota dewan ikut menandatangani petisi penolakan pembangunan di Babakan Siliwangi.

IMG-20130530-WA0017

Pelepasan mural seng di depan pagar Babakan Siliwangi

Aksi  longmarch kali ini, memang belum membuahkan  hasil yang kongkrit. Perwakilan anggota dewan akan melakukan rapat untuk merumuskan nota rekomendasi pencabutan izin pembangunan kepada walikota. Forum Warga Peduli Babakan Siliwangi, komunitas dan seluruh elemen masyarakat yang menolak pembangunan dan privatisasi Babakan Siliwangi harus sama-sama mengawasi ini semua, agar tidak ada lagi persepsi bahwa Babakan Siliwangi ini hanya menjadi alat politik saja.

IMG-20130530-WA0020

Mahasiswa, Komunitas, Aksan dan para seniman turun ke jalan menuju Balai Kota

Semoga,  langkah kecil tapi mulia tanpa ada unsur  kepentingan pribadi, kelompok apalagi politik yang dilakukan oleh berbagai elemen masyarakat yang bersatu memperjuangkan serta mempertahankan kawasan hijau di tengah kota ini dapat didengar oleh pemegang otoritas dan pihak yang berkepentingan lainnya.

Semua langkah nyata yang dilakukan ini semoga dapat menjaga kawasan hijau yang semakin kalah dengan ganasnya sebuah pembangunan yang selalu disangkut pautkan dengan kemajuan suatu daerah khususnya di Kota Bandung.

 

 

Blog ditulis oleh :
Lentia Reno Fatih
Media Coordinator Backsilmove

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>